Sejarah Singkat Bani Umayyah


Sejarah Singkat Bani Umayyah, Setelah pemerintahan Khulafaurrasyidin berakhir, maka Bani Umayyah muncul yang dibentuk oleh Muawiyah bin Abi Sufyan. Bani Umayyah diakui secara resmi melanjutkan khilafah Islam setelah berakhirnya sengketa antara Hasan bin Ali dengan Muawiyah bin Abi Sofyan sebagai lambang penguasa Daulah Umayyah.
Sejarah Singkat Bani Umayyah
Sejarah Singkat Bani Umayyah


Dalam sistem pemerintahan, Bani Umayyah telah mengubah sistem suksesi kepemimpinan dengan jalan musyawarah menjadi monarkhi atau sistem kerajaan yang diwariskan secara turun temurun. Hal ini dapat dilihat dari sikap Muawiyah mengangkat anaknya sendiri Yazid, sehingga pada umumnya sejarawan memandang negative terhadap Muawiyah karena pada awal keberhasilan memperoleh legalitas atas kekuasaannya dalam perang di Shiffin dicapai melalui arbitrase.

Kekuasaan Bani Umayyah berumur kurang lebih 90 tahun. Ibukota Negara dipindahkan Muawiyah dari Madinah ke Damaskus, tempat ia berkuasa sebagai gebernur sebelumya. Khalifah-khalifah besar dinasti Bani Umayyah ini adalah Muawiyah ibn Abi Sufyan (661-680 M), Abd al-Malik ibn Marwan (685-705 M), al-Walid ibn Abdul Malik (705-715 M), Umar ibn Abd al-Aziz(717-720 M) dan Hasyim ibn Abd al-Malik (724-743 M).

Wilayah Islam dimasa Bani Umayyah sangat luas, daerah ini meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syiria, Palestina, Jazirah Arabiah, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Purkmenia, Uzbek, dan Kirgis di Asia Tengah.

Di samping ekspansi kekuasaan Islam, Bani Umayyah juga berjasa dalam pembanguan diberbagai bidang seperti bidang politik, sastra, ilmu pengetahuan, ekonomi dan administrasi.

Luas wilayah Islam dimasa Bani Umayyah memunculkan masalah-masalah baru, di samping masalah yang ada sebelumnya. Kejayaan Bani Umayyah ternyata menyimpan benih-benih perpecahan yang dalam sejarah mampu meruntuhkan kejayaan tersebut.


Sumber : wikipedia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar